Seperti Prediksi Inilah Garut, okupansi kunjungan wisatawan menjelang Idul Fitri 1438 H atau Lebaran Tahun 2017 ini agak menurun, ini diakibatkan viralnya berita di media online dan sosial media yang memberitakan Garut kota Termahal. Ini berakibat dengan menurunnya animo masyarakat untuk menghabiskan liburannya ke kota Dodol ini. Akan tetapi padahal seperti yang pernah dibahas secara mendetail bagaimana Booking Hotel Murah di Garut yang efektif dan efesien baik melalui pihak ketiga OTA seperti Traveloka, Pegi-pegi, Booking Agoda, ataupun melalui satu-satunya agen travel lokal Hotel di Garut atau direct langsung ke Hotel yang bersangkutan.

Akan tetapi karena tumbuhnya beberapa Hotel dan Penginapan serta agen travel yang tidak berizin tapi melaksanakan penyewaan baik Villa maupun Rumah Sewa, sehingga regulasi harga dan standar pelayanan mungkin tidak semaksimal jika memesan kepada agen travel lokal yang memang sudah punya izin SIUP Pariwisata dan terbiasa melakukan over booking Homestay, Villa, Rumah Sewa serta Penginapan dan Hotel yang ada di Garut.

Diakui atau tidak memang kondisi di lapangan ada beberapa penginapan baik kelas melati, Villa di Garut ataupun Rumah Sewa yang menerapkan harga kurang rasional. Ini sebetulnya yang mempunyai efek cukup signifikan sehingga Hotel dan Resort berkelas dan mempunyai standar harga rasional dengan pelayanan profesional kena getahnya, kalau memakai ungkapan bahasa sunda “disakompet daunkeun”.

Oleh karena itu dibutuhkan sosialisasi dan penyampaian informasi yang aktual, update dan terus menerus serta sesuai kondisi serta fakta di lapangan seperti yang dilakukan oleh CV Hotel di Garut ataupun HdG Team Trip Planner & Event Organizer.

Sebetulnya kalau kita berbicara Hotel yang berbintang seperti Bintang Redannte, Fave Hotel, Bukit Alamanda, Kampung Sumber Alam Resort ataupun Kampung Sampireun adalah hotel dengan harga yang sangat rasional dan bisa masuk kategori murah.

Kita ambil sample satu saja dulu, misalnya room rates untuk Kampung Sampireun Resort yang mempunyai pelayanan bisa dikatakan yang terbaik di Garut, silahkan cek harganya di Traveloka, Pegi-pegi ataupun Online Travel Agent lainnya atau silahkan hubungi agen travel lokal terpercaya sebagai pembanding harga sesungguhnya di lokasi. Lebih dalam lagi sebetulnya kita bisa menjumpai landing page / direct langsung , dipastikan harganya akan seragam jikalau beda atau ada kenaikan berarti ada fasilitas atau benefit yang berbeda.

Jangan sampai karena nila beberapa titik hancur susu sebelanga, jika anda menyewa hotel atau penginapan di wilayah Garut yang kelasnya bala-bala tapi dengan harga hot dog, menyewa penginapan kelas melati ataupun rumah sewa di beberapa lokai yang dekat dengan Tempat Wisata di Garut yang harganya selangit atau menyamai Hotel Bintang. Saat kecewa, para wisatawan sebetulnya tidak bisa menimpakan kekecewaannya kepada Hotel dan Penginapan yang sudah mempunyai standar pelayanan dan harga yang jelas.

Bisa disimpulkan, sebetulnya hanya ada beberapa penginapan kecil, rumah sewa pribadi ataupun villa yang memakai aji mumpung saat high season dan menentukan tarif yang cukup tinggi sehingga berimbas kepada Resort dan Hotel yang lainnya.

Berikut ini salah satu kutipan berita dari media Nasional tentang Tarif Hotel di Garut saat Libur Lebaran 2017 / Idul Fitri 1438 H.

Bupati Garut Siap Tindak Hotel Bertarif Mahal saat Libur Lebaran

Pemkab Garut bertemu dengan para pemilik hotel dan restoran. Mereka bertemu untuk membahas permasalahan tarif menginap yang sering kali meroket naik di sejumlah hotel dan tempat wisata bertepatan momen libur Lebaran 2017.

Bupati Garut Rudy Gunawan menanggapi suara warganet di media sosial yang menjuluki Garut sebagai kota termahal di Indonesia lantaran sejumlah bidang memasang tarif dianggap tak wajar. “Itu sama sekali tidak benar. Kami sudah berbicara, tidak ada yang mahal, masih wajar dan bisa negosiasikan,” kata Rudy kepada wartawan di Gedung Pamengkang, Pendopo, Garut, Jalan Dewi Sartika, Kamis (22/6).

Dia menjelaskan, pemerintah sudah mengimbau kepada para pemilik hotel dan tempat wisata di Garut agar tidak menaikan tarif hingga lebih dari 100 persen dari harga normal.

“Pemerintah akan terus monitor. Bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Garut. Jika ada yang bandel, kami akan memberikan tindakan tegas,” ujar Rudy.

Para pemilik hotel dan tempat wisata mengaku sudah menjalin kesepakatan dengan pemerintah untuk tidak menaikan tarif lebih dari 100 persen.

“Kenaikan pasti ada, tapi kami imbangi kenaikan tarif tersebut dengan pelayanan dan fasilitas yang lebih baik juga. Ya intinya akan berimbang antara servis yang kami berikan dengan nominal yang para wisatawan keluarkan,” kata salah seorang pemilik hotel, Herri Juliardi, di tempat yang sama.

Press Release Garut Hotel Manager (Riung Rampung) dan perwakilan BPC PHRI Garut bersama Bupati Garut Bapak Rudy Gunawan terkait persiapan libur lebaran di Garut.

Isu utama yang selama ini berkembang terkait mahalnya harga, adalah tidak benar adanya.

Yang pasti pelayanan terbaik senantiasa kami berikan untuk kepuasan dan kenyamanan para tamu yang datang ke Garut. Jadi.. Selamat mudik para warga Garut.. Selamat datang para wisatawan, selamat berlibur di Garut, semoga Jalur Alternatif Mudik 2017 bisa lebih lancar dan nyaman.

Untuk selanjutnya Inilah Garut akan menyampaikan Tips dan Trik mendapatkan harga terbaik dan jujur dari berbagai pilihan lokasi menginap yang ada di Garut. Sehingga untuk ke depannya para calon wisatawan bisa mendapatkan info lengkap dan detail kelebihan dan kekurangan setiap lokasi menginap saat akan menentukan tempat menginap yang tepat yang sesuai dengan kebutuhan dan kantong anda.

KOMENTAR