Mengintip Pesona Hutan Cagar Alam Sancang

Ingin kenal lebih dekat Hutan Cagar Alam Sancang dengan segala latar belakang yang melingkupinya? Ikuti jalan-jalan Inilah Garut menelusuri Hutan Cagar Alam bertaraf Internasional ini. Ya, pada kesempatan kali ini, kami berhasil menelusuri eksotisme beserta kisah legenda Hutan Sancang yang cukup dikenal dan menjadi fenomenal di tatar Pasundan.

Dengan mengendarai kendaraan roda empat dari arah Pameungpeuk kami menuju perkebunan karet Miramare. Jalan menunju ke hutan Sancang adalah jalan kecamatan dengan lebar jalan 3 m, dan jalan desa selebar 2,5 m. Lumayan pegal juga setelah melalui kondisi jalan yang rusak, kami sudah bisa menikmati suasana hutan yang masih asri dengan ekosistem yang unik dan pemandangan alam indah. Tidak ada pencemaran, baik air, udara, sampah, tanah atau vandalisme di hutan Sancang, jadi kami benar-benar menikmati jalan-jalan kali ini. Dari jarak pandang jauh, hutan Sancang nampak sangat indah dan eksotis. Saat memasuki hutan, kami tidak bisa melihat pantai karena jarak pandang terhalangi oleh susunan pepohonan yang sangat rapat.

 Mengintip Pesona Hutan Cagar Alam Sancang

Hutan Sancang dipenuhi oleh pohon Bakau, Ketapang, sorea serta jenis tumbuhan pantai lainnya, serta flora lain seperti pohon Meranti Merah dan pohon Kaboa yang langka. Tidak ada fasilitas khusus seperti rumah makan atau tempat akomodasi, hanya ada satu pos jagawana. Yang bisa dilakukan di Hutan Sancang adalah penelitian ekosistem cagar alam. Menurut petugas jagawana yang kami ajak ngobrol, pengunjung hutan Sancang berasal dari Garut, Bandung dan Jakarta. Kebanyakan pengunjung datang untuk menelusuri hutan untuk melakukan riset ekosistem baik itu pengembangan ekosistem dan pendataan.

Inilah Garut pun berkesempatan mendengarkan salah seorang jagawana yang bertutur tentang legenda hutan Sancang. Katanya, hutan Sancang adalah hutan tempat tilem/menghilangnya prabu Siliwangi. Dan pohon Kaboa yang berada di hutan Sancang dipercaya sebagai jelmaan prajurit Pajajaran yang setia terhadap prabu Siliwangi. Hutan Sancang dikeramatkan oleh sebagian penduduk lokal yang mempercayainya. Wallahu a’lam.

Karena Hutan Sancang merupakan cagar alam tidak setiap orang bisa mengakses lokasi ini, tempat ini bukan untuk berwisata namun jika sahabat hendak melakukan riset atau penelitian tentang Hutan Sancang bisa melakukan perijinan dan mendapatkan SIMAKSI ( Surat Ijin Memaski Kawasan Konservasi) di BBKSDA Jawa Barat.

KOMENTAR